Minggu, 18 Oktober 2009
Sabtu, 16 Mei 2009
Pertandingan Taekwondo
Guys, believe it or not bulan lalu aku ikut pertandingan taekwondo. Disuruh ikut sama pelatih dan papiku. HAHAHA babak belurlah diriku ini. Aslinya aku takut banget mau ikut pertandingan ini. Bayangin aja mau ditendangin sama orang lain yang aku nggak pernah ketemu. Tapi kok ya sampe final. Udah gitu pas final ketemu si cewek satu ini garang banget... K. O. deh. Walaupun cuma pertandingan lokal, aku bangga bisa dapet medali perak alias juara kedua!
Sabtu, 18 April 2009
Seleksi Pertukaran Pelajar
Hai teman teman..
Aku lagi excited banget nih. Jadi ceritanya, aku ditunjuk sekolahku untuk ikut seleksi pertukaran pelajar. Aku pilihan kedua sih.. hahaha. Karena tadinya yang mau berangkat temenku, yang udah langganan lolos seleksi pertukaran pelajar nasional. Tapi entah kenapa temenku ini mengundurkan diri, jadi aku yang berangkat.
Bulan lalu berangkatlah aku ke Jakarta, ditemani Mami aku. Aku nginep di tempat seleksi, sedangkan Mami nginep di tempat saudara. Guys, sesampainya di tempat seleksi aku rasanya langsung minder. Banyak banget saingannya... Dari setiap provinsi ada beberapa wakil, dan total peserta seleksi ada ratusan. Sewaktu pembukaan, kami semua berkumpul di aula dan sempat ditanya oleh panitia, "siapa saja yang sudah pernah pertukaran pelajar?". Banyak banget ternyata yang udah pernah ikut program seperti ini. Dari seleksi ini akan diambil beberapa orang saja. Ada yang nanti terpilih pergi ke ASEAN Student Exchange dan ada yang pergi ke Sunburst Youth Camp.
Tiga hari itu, kami semua diuji dengan bermacam-macam ketrampilan. Dari tes bahasa Inggris sampai tes kesenian. Untuk seleksi ini, Papi aku sampai mencarikan guru tari untuk kesenian. Bayangin aja guys aku harus belajar tari Jawa, yang sebelumnya nggak pernah belajar sama sekali! Rupa rupanya bisa menari Jawa sepertinya bisa lebih menambah poin daripada hanya menunjukkan kemampuan bermain piano. Ya mungkin itu tujuannya, ingin memamerkan kebudayaan Indonesia ke negeri lain. Waktu mau tampil rasanya grogi banget.
Bahkan sewaktu disana, sempet denger gosip kalau yang banyak dikunjungi orang tua ataupun saudara sewaktu seleksi, bisa mengurangi kemungkinan terpilih lolos seleksi. Sedangkan satu siang Mami sempat hanya bermaksud mengantarkan makan buatku, tapi akunya langsung panik takut terlihat oleh panitia :D
But at the end, I feel like I have given all my efforts. Aku berharap, semoga aku bisa terpilih dan tidak mengecewakan sekolah maupun orang tua yang sudah bersusah payah mendukungku. Fingers crossed!
Aku lagi excited banget nih. Jadi ceritanya, aku ditunjuk sekolahku untuk ikut seleksi pertukaran pelajar. Aku pilihan kedua sih.. hahaha. Karena tadinya yang mau berangkat temenku, yang udah langganan lolos seleksi pertukaran pelajar nasional. Tapi entah kenapa temenku ini mengundurkan diri, jadi aku yang berangkat.
Bulan lalu berangkatlah aku ke Jakarta, ditemani Mami aku. Aku nginep di tempat seleksi, sedangkan Mami nginep di tempat saudara. Guys, sesampainya di tempat seleksi aku rasanya langsung minder. Banyak banget saingannya... Dari setiap provinsi ada beberapa wakil, dan total peserta seleksi ada ratusan. Sewaktu pembukaan, kami semua berkumpul di aula dan sempat ditanya oleh panitia, "siapa saja yang sudah pernah pertukaran pelajar?". Banyak banget ternyata yang udah pernah ikut program seperti ini. Dari seleksi ini akan diambil beberapa orang saja. Ada yang nanti terpilih pergi ke ASEAN Student Exchange dan ada yang pergi ke Sunburst Youth Camp.
Tiga hari itu, kami semua diuji dengan bermacam-macam ketrampilan. Dari tes bahasa Inggris sampai tes kesenian. Untuk seleksi ini, Papi aku sampai mencarikan guru tari untuk kesenian. Bayangin aja guys aku harus belajar tari Jawa, yang sebelumnya nggak pernah belajar sama sekali! Rupa rupanya bisa menari Jawa sepertinya bisa lebih menambah poin daripada hanya menunjukkan kemampuan bermain piano. Ya mungkin itu tujuannya, ingin memamerkan kebudayaan Indonesia ke negeri lain. Waktu mau tampil rasanya grogi banget.
Bahkan sewaktu disana, sempet denger gosip kalau yang banyak dikunjungi orang tua ataupun saudara sewaktu seleksi, bisa mengurangi kemungkinan terpilih lolos seleksi. Sedangkan satu siang Mami sempat hanya bermaksud mengantarkan makan buatku, tapi akunya langsung panik takut terlihat oleh panitia :D
But at the end, I feel like I have given all my efforts. Aku berharap, semoga aku bisa terpilih dan tidak mengecewakan sekolah maupun orang tua yang sudah bersusah payah mendukungku. Fingers crossed!
| Foto sama teman-teman dari provinsi lain :D |
Minggu, 29 Maret 2009
OBJEK WISATA KLASIK DI BALI BUAT SISWA SEKOLAH
Di post ini
Bali Classic Center (BCC)
Tempat ini pada dasarnya adalah Bali Mini. Di dalamnya kita bisa mendapatkan penjelasan secara keseluruhan tentang Bali: tarian klasik, gaya hidup tradisional, kerajinan, dan bahkan patung khas Bali yang mengandung nilai sejarah. Banyak hal lagi tentang budaya Bali yang bisa dilihat di BCC.
Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park
Setelah sekitar 20 menit perjalanan bus dari Tanjung Benoa kami sampai di GWK Cultural Park. Ada dua bagian patung yg paling penting disini: patung Wisnu dan patung Garuda. Nanti kalau sudah jadi satu, itu akan berdiri tegak setinggi 150 meter dan lebarnya bisa sampai 60 meter! Wow. Nggak kebayang kalo udah jadi, pasti bakalan megah banget. Oh iya, patung ini di desain dan di bangun oleh Nyoman Nuarta, salah satu modern sculptor terkemuka di Indonesia. Patung Wisnu yang tingginya sekitar 20 meter, letaknya di bukit Ungasan. Dari situ kami juga bisa menikmati pemandangan pantai Kuta, Benoa dan Sanur. Sedangkan patung Garuda yang tingginya sekitar 18 meter, letaknya tepat di belakang Plaza Wisnu.


Bali Classic Center (BCC)
Tempat ini pada dasarnya adalah Bali Mini. Di dalamnya kita bisa mendapatkan penjelasan secara keseluruhan tentang Bali: tarian klasik, gaya hidup tradisional, kerajinan, dan bahkan patung khas Bali yang mengandung nilai sejarah. Banyak hal lagi tentang budaya Bali yang bisa dilihat di BCC.
Begitu kami sampai, kami disambut dan diarak sampai ke semacam joglo dimana kami akan disajikan sambutan dan tarian.
Minggu, 22 Maret 2009
Bali: Takut Air
Ke Bali lagi, ke Bali lagi. Kayanya memang nggak ada pilihan lain ya buat study tour sekolah. Aku penasaran deh, terus kalau murid-murid yg sekolah di Bali study tournya ke mana ya? :D
Sebenernya aku nggak masalah ke Bali lagi. Aku suka banget ke Bali, entah kenapa ada sesuatu di Bali yg bikin aku tertarik banget. Kultur, adat, pemandangan, candi, mungkin semuanya. Masih kerasa original banget. Cuma masalahnya adalah aku tau biaya untuk study tour sekolah kaya begini pasti dibikin murah banget dan objek wisatanya pasti juga sama terus. Aku yakin pasti ada tempat lain di Bali yg jauh lebih menarik dan nggak penuh sama wisatawan. Terus udah gitu hotelnya nggak banget deh. Bahkan mungkin agen wisata yg dipakai dulu waktu SMP juga sama kaya yg dipakai SMA-ku ini. Yah mau gimana lagi deh, kalo kaya gini yg penting kenangannya sama temen temen. Seru banget!
Btw, dari pulau Jawa ke Bali kan harus nyebrang pakai kapal ferry tuh selama kurang lebih setengah jam. Dan entah kenapa aku takut banget naik kapal. Atau secara umum aku takut beraktivitas di air. Tapi setakut-takutnya aku, kayanya aku ga akan separno papi aku. Iya, papi aku. Percaya nggak percaya, waktu ke Bali kemarin aku bawa satu tas ransel khusus isinya pelampung! Oh my God, jujur aku malu banget kalo sampe ada yg tau. Hahahaha sepanjang perjalanan di kapal aku peluk erat erat. Tapi di sisi lain aku juga mikir, papi kan lebih banyak pengalaman naik kapal. Barangkali aja bener. Alasannya papi adalah di kapal memang ada pelampung tapi itu ngga mungkin mencukupi buat semua penumpang kalau amit-amit ada sesuatu terjadi. Aku lupa, apa dulu SMP aku juga bawa barang ini. Hihihi aku inget banget sepanjang perjalanan nyebrang di kapal dibawa terus tuh ransel satu. Bisa dilihat di foto berikut. :p
Nah, mari kita mulai. Study tour kali ini agak beda. Namanya juga sesuai sama kegiatannya. "Study Tour". Dulu waktu SMP kalo dipikir kegiatannya bener bener murni wisata dan seneng seneng, tapi kali ini pas SMA murid murid wajib tulis laporan tentang objek wisata/pengetahuan yg dikunjungi pertama kali: Mangrove Information Centre!
Mangrove Information Centre (MIC)
Jadi begini ceritanya. Bagian selatan dari Bali itu secara alami dilindungi sama hutan mangrove (atau disebut juga hutan bakau).
Apa itu hutan bakau? Dari Wikipedia:
"Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yg tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yg terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut."
Apa fungsi dan manfaatnya? Dari Wikipedia lagi:
"Salah satu fungsi utama hutan bakau atau mangrove adalah untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan, serta meredam gelombang besar termasuk tsunami."
Nah di MIC yg besarnya sekitar 1300 hektar ini, 200 hektar dari itu dibuka untuk wisatawan umum. Bayangin jalurnya yg dibuka itu sekitar dua kilometer dan setengah hari kami pakai khusus untuk menelusuri tempat ini. Untungnya memang dibuat jalur khusus buat wisatawan, jadi ga masalah kalau kamu ga pake boots atau ga punya kemampuan dan pengalaman khusus. Terus ada tempat istirahatnya juga, pondok gitu deh. Itu tandanya berarti udah jalan sekitar satu kilometer.
Jalur ini dibuat dari kayu, nyaman banget sih buat jalan kaki. Sepanjang perjalanan juga bisa sambil liat spesies-spesies yg ada disana contohnya kaya spesies mangrove sama spesies burung. Bahkan kalo beruntung bisa liat hewan hewan air dan lumpur. Nah, hal-hal kaya gini yg murid-murid harus observasi dan dibikin laporan.
Kalau memang mau kesini, disarankan pakai sepatu yg nyaman buat jalan. High heels tentu saja tidak disarankan. :D
Tanjung Benoa: Banana Boat
Oh my God kaya yg tadi aku bilang aku agak takut gimana gitu beraktivitas di air yg bukan kolam renang atau bathtub. Karena waktu SMP udah ke Pulau Penyu, jadi sekarang nyoba yg lain. Yg keliatannya paling masuk akal waktu itu cuma banana boat dan aku sebenernya udah hampir nggak mau pas diajak. Ngga ada celana pendek buat basah-basah lagi, karena memang sama sekali ga ada rencana buat basah-basah! Tapi aku pikir, halah udahlah ya mumpung disini sama temen temen SMA yg mungkin ngga akan pernah bisa lagi bareng-bareng kesini, jadi oke deh. Fuck it. Beli celana pendek, cari jasa banana boat yg bisa ditawar harganya, patungan bayar sama temen-temen, mulai deh naik tuh pisang. Shit... pas udah mulai ditarik sama motor pelan-pelan agak nyesel gitu. Takut. Abis itu dong... tiba-tiba digas kenceng banget! Alamakjang rasanya kaya mau terbang dan di waktu yg sama kaya miring miring mau jatuh ke air. Takut banget! Tapi setelah beberapa lama jadi asik sih. Nggak nyesel juga, tapi abis itu ga mau coba lagi juga. Maklum, penakut nih. :p
Pura Tirta Empul
Yg terkenal dari tempat ini adalah tempat pemandian suci dan di sebelah baratnya ada Istana Presiden Indonesia. Letaknya sekitar 35 km dari Denpasar, tepatnya di Kecamatan Tampaksiring. Nama "Tirta Empul" ini sebenernya diambil dari nama mata air tempat pemandian, yg artinya menyembur keluar dari tanah. Kalau pas hari raya atau hari suci Bali, tempat pemandian ini pasti penuh banget sama umat Hindu yg mau melakukan ritual pemandian.
Well, itu tadi basically hal-hal beda yg aku lakukan di Bali pas SMA, kalau dibandingin sama waktu SMP. I hope you enjoy my post. :)
Sebenernya aku nggak masalah ke Bali lagi. Aku suka banget ke Bali, entah kenapa ada sesuatu di Bali yg bikin aku tertarik banget. Kultur, adat, pemandangan, candi, mungkin semuanya. Masih kerasa original banget. Cuma masalahnya adalah aku tau biaya untuk study tour sekolah kaya begini pasti dibikin murah banget dan objek wisatanya pasti juga sama terus. Aku yakin pasti ada tempat lain di Bali yg jauh lebih menarik dan nggak penuh sama wisatawan. Terus udah gitu hotelnya nggak banget deh. Bahkan mungkin agen wisata yg dipakai dulu waktu SMP juga sama kaya yg dipakai SMA-ku ini. Yah mau gimana lagi deh, kalo kaya gini yg penting kenangannya sama temen temen. Seru banget!
Btw, dari pulau Jawa ke Bali kan harus nyebrang pakai kapal ferry tuh selama kurang lebih setengah jam. Dan entah kenapa aku takut banget naik kapal. Atau secara umum aku takut beraktivitas di air. Tapi setakut-takutnya aku, kayanya aku ga akan separno papi aku. Iya, papi aku. Percaya nggak percaya, waktu ke Bali kemarin aku bawa satu tas ransel khusus isinya pelampung! Oh my God, jujur aku malu banget kalo sampe ada yg tau. Hahahaha sepanjang perjalanan di kapal aku peluk erat erat. Tapi di sisi lain aku juga mikir, papi kan lebih banyak pengalaman naik kapal. Barangkali aja bener. Alasannya papi adalah di kapal memang ada pelampung tapi itu ngga mungkin mencukupi buat semua penumpang kalau amit-amit ada sesuatu terjadi. Aku lupa, apa dulu SMP aku juga bawa barang ini. Hihihi aku inget banget sepanjang perjalanan nyebrang di kapal dibawa terus tuh ransel satu. Bisa dilihat di foto berikut. :p
| Liat kan tas ranselnya? :D |
Mangrove Information Centre (MIC)
Jadi begini ceritanya. Bagian selatan dari Bali itu secara alami dilindungi sama hutan mangrove (atau disebut juga hutan bakau).
Apa itu hutan bakau? Dari Wikipedia:
"Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yg tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yg terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut."
Apa fungsi dan manfaatnya? Dari Wikipedia lagi:
"Salah satu fungsi utama hutan bakau atau mangrove adalah untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan, serta meredam gelombang besar termasuk tsunami."
Nah di MIC yg besarnya sekitar 1300 hektar ini, 200 hektar dari itu dibuka untuk wisatawan umum. Bayangin jalurnya yg dibuka itu sekitar dua kilometer dan setengah hari kami pakai khusus untuk menelusuri tempat ini. Untungnya memang dibuat jalur khusus buat wisatawan, jadi ga masalah kalau kamu ga pake boots atau ga punya kemampuan dan pengalaman khusus. Terus ada tempat istirahatnya juga, pondok gitu deh. Itu tandanya berarti udah jalan sekitar satu kilometer.
Jalur ini dibuat dari kayu, nyaman banget sih buat jalan kaki. Sepanjang perjalanan juga bisa sambil liat spesies-spesies yg ada disana contohnya kaya spesies mangrove sama spesies burung. Bahkan kalo beruntung bisa liat hewan hewan air dan lumpur. Nah, hal-hal kaya gini yg murid-murid harus observasi dan dibikin laporan.
Kalau memang mau kesini, disarankan pakai sepatu yg nyaman buat jalan. High heels tentu saja tidak disarankan. :D
Tanjung Benoa: Banana Boat
Oh my God kaya yg tadi aku bilang aku agak takut gimana gitu beraktivitas di air yg bukan kolam renang atau bathtub. Karena waktu SMP udah ke Pulau Penyu, jadi sekarang nyoba yg lain. Yg keliatannya paling masuk akal waktu itu cuma banana boat dan aku sebenernya udah hampir nggak mau pas diajak. Ngga ada celana pendek buat basah-basah lagi, karena memang sama sekali ga ada rencana buat basah-basah! Tapi aku pikir, halah udahlah ya mumpung disini sama temen temen SMA yg mungkin ngga akan pernah bisa lagi bareng-bareng kesini, jadi oke deh. Fuck it. Beli celana pendek, cari jasa banana boat yg bisa ditawar harganya, patungan bayar sama temen-temen, mulai deh naik tuh pisang. Shit... pas udah mulai ditarik sama motor pelan-pelan agak nyesel gitu. Takut. Abis itu dong... tiba-tiba digas kenceng banget! Alamakjang rasanya kaya mau terbang dan di waktu yg sama kaya miring miring mau jatuh ke air. Takut banget! Tapi setelah beberapa lama jadi asik sih. Nggak nyesel juga, tapi abis itu ga mau coba lagi juga. Maklum, penakut nih. :p
| The one and only photo that I got when I was on banana boat. -_- |
Yg terkenal dari tempat ini adalah tempat pemandian suci dan di sebelah baratnya ada Istana Presiden Indonesia. Letaknya sekitar 35 km dari Denpasar, tepatnya di Kecamatan Tampaksiring. Nama "Tirta Empul" ini sebenernya diambil dari nama mata air tempat pemandian, yg artinya menyembur keluar dari tanah. Kalau pas hari raya atau hari suci Bali, tempat pemandian ini pasti penuh banget sama umat Hindu yg mau melakukan ritual pemandian.
Well, itu tadi basically hal-hal beda yg aku lakukan di Bali pas SMA, kalau dibandingin sama waktu SMP. I hope you enjoy my post. :)
Minggu, 22 Februari 2009
Bali: Pulau Dewata
Karena bulan depan mau study tour ke Bali, aku mau nostalgia dulu deh. Tepatnya dua tahun yang lalu. Tahun 2006 itu kedua kalinya aku pergi wisata ke Bali. Oh iya, hampir aja study tour ini ngga jadi, karena tahun sebelumnya kakak kelas kami ke Bali dan ada berita bom. Orang tua khawatir. Untungnya waktu itu kakak kakak kelas masih di Jawa Timur dan perjalanan ke Bali dibatalin. Aku kurang tau akhirnya mereka kemana, tapi angkatanku jadi ke Bali. Kali ini bareng temen temen SMP, naik bus dari Yogyakarta. Perjalanan bus dari Yogya ke Bali hampir memakan waktu sekitar 20 jam. Sebelumnya aku pernah ke Bali juga bareng keluarga, tahun 2005 tapi naik pesawat kesana. Perjalanan naik bus memang lama, tapi bareng temen-temen itu pengalaman yang paling seru, yang nggak akan terlupakan, dan membuat perjalanan yang lama jadi nggak membosankan. Oh iya, waktu nyebrang dari pulau Jawa ke Bali nggak kalah seru juga. Takut sih tapi. Bisa dibilang itu officially pertama kalinya aku naik kapal. :D
Tanah Lot
Objek wisata ini terletak di Desa Beraban, Kabupaten Tabanan (sekitar 20 km dari Denpasar). Pura yang indah ini "duduk" di atas batu super besar lepas pantai. Kalau air sedang pasang, batu besar ini terlihat seperti pulau kecil. Kalau air sedang rendah, kami bisa berjalan mendekati batu super besar ini. Di Tanah Lot juga ada ular, yang konon dipercaya sebagai pelindung dan penjaga pura ini. Oh iya, yang boleh masuk ke pura di atas batu itu cuma orang yang mau berdoa dan pakai baju adat Bali.

Tanjung Benoa: Pulau Penyu
Untuk ke tempat ini kami harus naik perahu motor sekitar 15 menit menyebrangi laut Tanjung Benoa. Di bagian dasar perahu motor ada kaca bening, sambil duduk kami bisa melihat pemandangan di bawah laut. Sampai disana *tentu saja* kami lihat banyak sekali penyu yang dipelihara. Kami juga diberi kesempatan untuk pegang dan bawa penyunya! Ada binatang lain juga sebenarnya, contoh: ULAR. Oh my God. Aku nggak ngerti, temen temen yg lain bisa dengan santainya gendong ular panjang dan super besar di lehernya, foto bareng dengan enaknya... Inget aja udah bikin merinding! Big NO kalau sama ular!


Kuta Beach
At the end of the day, kami berangkat menuju pantai di Kuta. Sunset on the beach! Relax... And enjoying every moment we had there. I even got my temporary tatoo #penasaran #masihalay


Label:
Bali,
Indonesia,
Jalan Jalan,
Kuta Beach,
Pulau Penyu,
Tanah Lot
Lokasi:
Bali, Indonesia
Minggu, 18 Januari 2009
Pelajaran Hidup
Ada yg bilang,
pelajaran paling susah itu pelajaran hidup.
Kita nggak pernah dikasi tau bahannya,
ga pernah diajarin gimana caranya,
tapi ujian nggak ada habisnya.
Aku berusaha nyenengin orang lain,
berusaha buat orang lain bahagia,
tapi aku sendiri ga bahagia.
Dan itu pasti nyadarnya juga telat.
Aku berusaha buat nolong,
tapi ada aja alasan kalo pertolonganku itu ga sesuai,
dan pertolongan maupun omonganku,
kayak angin lewat aja dan nggak dianggep.
Aku berusaha memberikan yang terbaik,
dan mendengarkan orang lain,
dan terkadang yg diberi itu ga pernah puas
atas semua usahaku,
pelajaran paling susah itu pelajaran hidup.
Kita nggak pernah dikasi tau bahannya,
ga pernah diajarin gimana caranya,
tapi ujian nggak ada habisnya.
Aku berusaha nyenengin orang lain,
berusaha buat orang lain bahagia,
tapi aku sendiri ga bahagia.
Dan itu pasti nyadarnya juga telat.
Aku berusaha buat nolong,
tapi ada aja alasan kalo pertolonganku itu ga sesuai,
dan pertolongan maupun omonganku,
kayak angin lewat aja dan nggak dianggep.
Aku berusaha memberikan yang terbaik,
dan mendengarkan orang lain,
dan terkadang yg diberi itu ga pernah puas
atas semua usahaku,
dan bahkan tak pernah mendengarku.
Aku berusaha membantu semaksimal mungkin,
nggak pernah aku mengharap imbalan.
Tapi yang ada hinaan.
Aku berusaha mengungkapkan apa yang aku rasain,
yg ada malah dihakimi.
padahal buatku itu merupakan suatu keajaiban aku bisa
mengungkapkan apa yang aku rasain.
Karena aku nggak pernah bisa ngungkapin apa yang di pikiranku
maupun di perasaanku.
Mungkin itu baru beberapa dari soal pelajaran hidup yang nggak ada habisnya.
Bukannya curhat atau apa,
bukannya aku sok bijak terus nulis kayak gini,
bukannya aku ngerti semua tentang hidup,
ak ga tau apa-apa,
bener-bener ak ga tau apa-apa masalah hidup.
umurku bahkan nggak cukup (baca: sangat tidak cukup)
untuk mengerti pengalaman hidup.
Jarang-jarang aku bisa nulis kayak gini,
Jarang-jarang banget aku bisa cerita kayak gini.
Di bulan ulang tahunku ini aku cuma bisa berdoa:
bahwa semua akan baik-baik saja.
Saat ini aku cuma bisa berharap:
aku bisa melaluinya dengan hati yang besar.
Saat ini aku cuma bisa berusaha:
mendengarkan orang lain.
Saat ini aku cuma bisa:
mengingat kata temanku yang sangat berarti buatku
"It's gonna be alright..."
Aku berusaha membantu semaksimal mungkin,
nggak pernah aku mengharap imbalan.
Tapi yang ada hinaan.
Aku berusaha mengungkapkan apa yang aku rasain,
yg ada malah dihakimi.
padahal buatku itu merupakan suatu keajaiban aku bisa
mengungkapkan apa yang aku rasain.
Karena aku nggak pernah bisa ngungkapin apa yang di pikiranku
maupun di perasaanku.
Mungkin itu baru beberapa dari soal pelajaran hidup yang nggak ada habisnya.
Bukannya curhat atau apa,
bukannya aku sok bijak terus nulis kayak gini,
bukannya aku ngerti semua tentang hidup,
ak ga tau apa-apa,
bener-bener ak ga tau apa-apa masalah hidup.
umurku bahkan nggak cukup (baca: sangat tidak cukup)
untuk mengerti pengalaman hidup.
Jarang-jarang aku bisa nulis kayak gini,
Jarang-jarang banget aku bisa cerita kayak gini.
Di bulan ulang tahunku ini aku cuma bisa berdoa:
bahwa semua akan baik-baik saja.
Saat ini aku cuma bisa berharap:
aku bisa melaluinya dengan hati yang besar.
Saat ini aku cuma bisa berusaha:
mendengarkan orang lain.
Saat ini aku cuma bisa:
mengingat kata temanku yang sangat berarti buatku
"It's gonna be alright..."
Langganan:
Komentar (Atom)










