Minggu, 20 Oktober 2013

Gemelli All'Arrabbiata


Untuk 4 porsi

BAHAN:
500 gr Tomat
1 Bawang Bombay
2 Bawang Putih
75 gr Daging Babi Asap (Bacon)
Cabe (sesuai selera)
1 Paprika
10 Daun Basil
2 sdm Mentega
Garam
Merica
400 gr Gemelli
50 gr Keju Parmesan

CARA MEMBUAT:
1. Potong tomat dan jadikan satu, lalu blender semua sampai halus. Saring dan buang ampasnya. 
(Puree tomat)
2. Cincang halus bawang bombay dan bawang putih. Bacon dipotong dadu.
3. Cuci dan bersihkan cabe. Paprika dicuci, dibersihkan dan dipotong dadu.
4. Cuci daun basil, keringkan dan potong tipis tipis.
5. Lelehkan mentega dalam panci. Tumis bawang bombay dan bacon didalamnya.
6. Masukkan bawang putih, paprika, puree tomat, cabe dan daun basil. Beri garam dan merica.
7. Biarkan saus di atas api sedang sekitar selama 15 menit terbuka sampai kental.
8. Didihkan sekitar 4 l air garam. Gemelli dimasak al dente, kemudian tiriskan.
9. Sajikan pasta dengan saus di piring. Taburi dengan keju parmesan, hiasi dengan daun basil.

Minggu, 19 Mei 2013

Heidelberg: Sushi Time

Karena udah lama banget ngidam makan sushi, akhirnya sekitar satu minggu yg lalu kesampean juga! It was worth it. I was satisfied with the service and the sushi. Di Heidelberg ada beberapa sushibar dan akhirnya setelah liat menu online, aku pilih buat makan di SameSame Sushibar. Terus aku pesen teh hijau Jepang sama menu sushi berikut ini. Buat yg kurang suka wasabi, harus bilang dulu sama mbak/masnya: minta di dalem sushinya jangan dikasih wasabi. Soalnya di Sushibar ini di dalem sushinya dikasih wasabi. Kalo aku sih suka suka aja ihihi


California Roll dan Salmon Maki




Salmon Plate




Avocado Maki



















Harga: California Roll (8,40 Euro); Salmon Plate (9,90 Euro); Avocado Maki (3,00 Euro); Teh Jepang (1,90 Euro); total untuk satu orang sekitar 13,50 Euro


Alamat: Steingasse 3 69117 Heidelberg, Germany


Jam buka: Senin - Minggu (12.00 - 22.00), Jumat dan Sabtu (12.00 - 23.00)


Website: www.sushiheidelberg.de


My Star Rating: 5 from 5

Minggu, 31 Maret 2013

Another Possibility

Kita semua pasti pernah pingiiiiin BANGET dapetin sesuatu. Entah itu pingin barang tertentu, atau pingin masuk sekolah A, sekolah B, atau bahkan pingin pacarin si C, pacarin si D atau bahkan pacarin si E. 

"Pokoknya kalo aku mau sekolah disini aku harus dapetin sekolah disini gimanapun caranya ga mau tau pokoknya ga mau sekolah disana dan disitu!"

Let's just say, that was me couple years ago. I know I know, it's so immature, I know -_-

Dulu kalo aku ngga bisa dapet apa yang aku pingin, aku bisa marah banget. Cari sesuatu buat disalahin.  Ngeluh dan marah ke Tuhan. Aku bisa sampe stress banget dan yang ada di otakku cuma KENAPA. Kenapa sih Tuhan kok aku nggak bisa dapet ini? Kenapa sih Tuhan kok aku ngga sekeren dia? Kenapa sih Tuhan kok aku ngga bisa punya yang dia punya? Kenapa Tuhan kenapaaaaa????? Aduh, intinya dulu aku bisa jadi super dramatis banget deh kalo aku ngga dapet apa yang aku pingin.


Terlalu pingin sesuatu bisa bikin bikin kita keras kepala, bisa bikin kita buta. Buta sama kemungkinan kemungkinan yang ada lainnya. Kemungkinan lain yang bahkan bisa bawa kita ke jalan yang lebih baik. Kita nggak pernah tau kan, barangkali di kemungkinan yang lain ini ada sesuatu "besar" menanti kita. Kesempatan yang mungkin ga bisa kita dapet kalo kita memaksa buat stay di jalan yang nggak seharusnya kita jalani. You know what people say, if one door closes the another door opens.


Aku rasa quote itu bener adanya. Aku udah ngalamin ini sampe beberapa kali dan baru sadar apa maksud Tuhan (or whatever you believe in, I believe in God by the way), setelah hidup di Jerman ini. Disini mata dan hati aku baru bener bener kebuka. Aku sadar, bahwa:


yang aku pingin kadang memang bukan yang terbaik buat aku. 

Kadang yang aku pingin itu bukan yang aku butuhin, 
dan kadang yang aku pingin itu bukan jalan yang udah di rencanain Tuhan buat aku.

Setelah berjalannya waktu (dan butuh waktu yang ngga sebentar tentunya), semakin aku bertambah umur, semakin sadar bahwa kalo aku marah  dan stress out buat hal yang nggak bisa aku kontrol, itu bener bener nggak baik buat diriku sendiri. Nggak sehat, nggak bagus. Manusia selalu boleh punya rencana dan cita cita, tapi semua tetep Tuhan yang atur. Sekarang aku cuma bisa percaya, bahwa jalanku udah dibuatin sama Tuhan sedemikian rupa dan itu adalah yang terbaik buat aku.


Aku sebagai manusia nggak bisa figure out langsung mana jalan yang bener buatku. Semuanya butuh waktu dan kaya yang aku bilang tadi aku butuh waktu yang nggak sebentar buat ambil pelajaran dari semuanya. Ini ngga mudah pastinya, tapi aku percaya  pelan pelan Tuhan pasti guide aku buat nemuin jalanku itu.


Motoku tetep satu: kalo aku pingin sesuatu, aku tetep harus kerja keras buat ngedapetin itu. Harus sabar. TAPI, aku harus siap kalo aku ngadepin the worst case. Ngga boleh buta sama kemungkinan lain. Ngga boleh terpuruk dan ngga boleh stress out. Everything has its own time and it's not the end of the world!


Do you agree with me guys? If not, why? Comment and share are welcome! ;)

Minggu, 06 Januari 2013

Amsterdam: Tropenmuseum

Hi you all! Another thing that I want you all to know about me: I love museums. Like a lot a lot. Well, in December 2012 I got a chance to visit one of many museums in Amsterdam, it is The Tropen Museum. It is really worth time to wander around and look at everything. But always remember, one day is never enough for visiting one museum! There were a lot (literally a lot) to see and plenty details written on the wall. Unfortunately I have to skip many things due lack of time but at least I took some pictures (of everything I enjoyed :p).


View of Tropen Museum from second floor
As usual, I took the elevator to the second floor intending to visit the museum from top down. The second floor presents many interesting things about Latin America and the Carribean, and Africa. Here are some pictures of them:


Lifelike Bar Teatro Los Héroes
Latin America hits feature on the jukebox
Hi, it's me inside the bar! :D
You can also find Music World on second floor. This part is favorite for many people and you could spend hours in here, listening to audio samples of exotic instruments or voices. You can also record your own voice by singing the Forgotten Songs to leave for posterity in the museum. 

Then I moved down to the first floor. Three of the permanent exhibitions on this floor are Round and About India, South East Asia, and the Netherlands East Indies. What interests me most is Netherlands East Indies of course. It's all about Indonesia! 


Wayang golek figures from the Menak cycle (Amir Hamza stories)
Yogyakarta, Indonesia - late 20th century
One of Netherlands East Indies lifesize manequins
It feels like going back home for a moment... 


   
 




So, back to reality. Generally I skip over many things. I suggest you to take at least two days if you really want to appreciate the full experience. This museum is a really stunning place to explore in any terms, either the spaciousness, lighting, color or even sound. Finally I can say, I'm glad I went there. What a wonderful experience :)

Last but not least, I got into this Jeepney!
Imagining of driving off the African savannah in a thunderstorm
O.O
Photos by: Isabel Budianto