Tampilkan postingan dengan label Ledok Sambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ledok Sambi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Oktober 2020

Main Air di Ledok Sambi

Mumpung lagi di Jogja, aku ingin sekali ajak anakku main di alam (yang tentunya tidak tersedia di Jakarta). Beberapa hari sebelum aku berangkat ke Jogja, aku sempat melihat status salah satu temanku di Facebook, sedang mengunjungi tempat yang aku cari. Sejak saat itu aku sudah merencanakan ingin mengunjungi tempat itu juga. Nama tempatnya Ledoksambi. Lokasi di utara Jogja, tepatnya Jalan Kaliurang km 19. Jaraknya sekitar 20 km dari pusat kota Jogja. Ya lumayan jauh, tapi tidak rugi karena tempatnya memang sangat bagus dan hawanya dingin. Kami berangkat sangat pagi dari rumah yaitu jam 6, sampai disana sekitar jam setengah 7. Tujuan kami tidak lain adalah untuk menghindari kerumunan orang banyak yang datang pada siang atau sore hari karena pandemi virus yang sedang terjadi.

Ledoksambi ini menghadirkan wisata yang benar-benar alami. Aliran sungai kecil dengan bebatuan yang ada disitu juga merupakan fitur alami (bukan buatan). Di desa wisata ini ternyata orang-orang bisa bermalam di tenda yang sudah disediakan maupun bawa sendiri. Setelah saya lihat pada laman khusus, ternyata banyak kegiatan lainnya selain camping seperti outbond, tubing, kayak, flying fox, bajak sawah, tanam padi, karawitan, batik/gerabah/t-shirt painting, serta menjanur. Wah banyak ya. Masing-masing tentu saja ada biaya sendiri. Tapi karena aku cuma ingin mengajak anakku bermain di sungai kecil, kami hanya membayar secara sukarela dengan cara memasukkan uang ke dalam kotak tertutup. Pengunjung tidak dikenakan tarif resmi untuk masuk ke desa wisata ini.

Singkat cerita, anakku senang sekali main di sungai yang banyak bebatuan didalamnya. Di umur sekarang dia sedang senang dan asyik sekali bermain batu. Dia angkat satu batu, baik kecil maupun besar. Kemudian dia lempar lagi kembali ke air. Kadang dia akan berusaha berikan batu kepadaku maupun kepada oma dan papanya. Tetapi setiap saat aku harus selalu bersama dia, karena tidak mudah untuk berjalan di bebatuan yang ada aliran arus airnya. Tidak sampai satu jam anakku sudah kedinginan. Aku angkat dia dan kulepas bajunya, kemudian aku balut dengan kain tebal dan hangat. Di mobil kupakaikan dia popok dan baju, setelah itu kami pun pulang. Kami tidak menghabiskan waktu lama disana, tetapi sudah sangat menyenangkan untuk anakku. Lain kali kami kembali ke Jogja, pasti akan mengunjungi Ledoksambi lagi.