Aku inget banget waktu jaman SMP sampe SMA, pertama kalinya punya Friendster, Facebook, dan Twitter, aku seneng banget bacain status orang-orang. Dunia kayanya kebuka luas banget. Dari yg ngepost jokes, sampe promosi sesuatu, bikin video, punya blog sendiri, punya toko online, share photo sewaktu liburan, foto yg barusan nikah, semuanya ada.
Sampe suatu saat aku baca, ada seseorang yg aku follow di salah satu jejaring sosial ini, marah-marah. Aku cuma bisa asumsi dia marah, karena banyak tanda serunya. Kata-katanya juga nggak enak buat dibaca. Caps lock on. Keesokan harinya, aku udah lupa tentang post itu. Eh beberapa saat setelah scrolling down, tiba tiba muncul lagi dia. Kali ini dia posting nggak ada tanda seru, tapi kata-katanya juga masih nggak enak. Oh well aku asumsi dia lagi menyindir orang.
Terus terang aku dulu sempet ketularan orang ini. Kalau ada masalah sama seseorang bukannya diomongin, tapi malah pasang status di jejaring sosial. Ngomong sesuatu yg kasar. Bisanya menyindir, bisanya pasang status yg "vague" (samar-samar, nggak jelas, ambigu), yg sebenernya nggak menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah.
Makin tambah umur, makin malu sendiri inget kelakuan diri sendiri dulu kaya gitu. Aku pikir sekarang aku umurnya udah tambah banyak, udah bukan anak SMA lagi. Bukan saatnya lagi menyindir orang lewat jejaring sosial. Bukan saatnya lagi marah-marah tentang masalah pribadi di jejaring sosial.
Tapi sayangnya akhir-akhir ini aku masih liat banyak banget dari kita, yg seharusnya sudah bisa bersikap dewasa, masih posting sesuatu yg "vague" tentang orang lain. Entah mengkritik atau mengeluh, menyindir, baik menyebutkan siapa orang yg dimaksud ataupun tanpa benar-benar menyebutkan siapa orang yg dimaksud. Maaf kalau aku pakai kata "vague" terus, karena itu hanya satu-satunya kata yg paling tepat untuk mewakili apa yg aku mau katakan.
It's driving me crazy. Kalian tau kenapa? Karena rasanya sakit hati kalau aku mengenali bahwa post itu tentang aku atau salah satu temanku. Aku bisa respon apa kalo kaya begitu? Dan lebih parah lagi kalau orang-orang mulai bertanya-tanya di jejaring sosial tersebut karena post itu "vague". Nggak tau itu sebenernya tentang siapa. Kalaupun disebut itu siapa, kenapa nggak diomongin sendiri langsung ke orangnya? Ngapain harus di muka umum bahasnya? Ini salah satu alasan kenapa aku berhenti melakukan posting ambigu seperti itu, it sucks and it's hurtful.
Aku ngerti masing-masing punya hak buat ngepost status apa aja, itu account punya kita pribadi masing-masing. Tapi ayolah kita pikir lagi. Buat apa sih posting yg negatif kaya gitu? Apa sih untungnya nyindir orang secara terbuka di depan publik? Kenapa harus menambah drama dan masalah?
Jujur aku sedih ngeliatnya. Sedih ngeliat orang berantem di Facebook, nyindir orang di Path, ngomong kasar di Twitter. See, jejaring sosial ini bukan tempatnya buat berantem, nyindir, atau ngomong kasar.
Ada masalah sama temen? Pingin kritik seseorang? Pingin mengeluh? Pilihannya cuma dua, omongin langsung sama orangnya atau simpen sendiri sekalian.
Dari aku sendiri, aku punya bantuan untuk mengontrol, mana yg pantas aku post, mana yg nggak. Mungkin pertanyaan berikut bisa bantu kalian juga:
1. Perlu nggak sih kalimat ini buat dikatakan?
2. Ada konsekuensinya nggak kalo aku post ini?
3. Apa sih motivasiku buat post ini?
4. Kalau aku face-to-face sama orangnya, pantes nggak aku ngomong ini ke dia?
Ada juga phrase terkenal tentang ini:
1. Is it true?
2. Is it helpful?
3. Is it inspiring?
4. Is it necessary?
5. Is it kind?
Contoh, aku suka post suatu tempat atau makanan. Karena itu indah. Jarang ada yg nggak suka pemandangan indah, jarang ada yg nggak suka sama makanan. Aku juga bisa kasih saran dimana tempat makan enak ini, dimana tempat liburan yg bagus. Intinya tulis sesuatu yg positif. Punya jokes? Ga ada ruginya bikin orang ketawa. Abis graduation? Pasang status. Abis nikah? Share kebahagiaannya. Lagi liburan? Share fotonya. Lagi olahraga? Post juga, biar yg lain ikut termotivasi buat olahraga. Kasih suggestion buku atau film yg bagus misalnya. Tuh, banyak kan yg sebenernya bisa di post tanpa menyakiti perasaan seseorang?
Nobody is perfect. Aku nggak sempurna. Banyak hal yg belum aku ngerti, tapi paling nggak aku ngerti sekarang bahwa nyindir orang, marah-marah, ngomong kasar dsb di jejaring sosial itu nggak pantes. Aku cuma pingin semua yg baca ini bisa mempertimbangkan sedikit tentang apa yg aku tulis tadi. Lebih mantep lagi kalau diaplikasikan beneran. Mari tumbuh dewasa bersama, saling kasih tau ga ada ruginya.
"If I would't say it to your face, I won't say it online at all." -Anonymous
Tidak ada komentar:
Posting Komentar