Apa kamu pernah mengeluh karena pekerjaan kamu sehari-hari? Harus bangun pagi, terkena macet, teman kantor yang tidak bersahabat, bayaran yang tidak sepadan, duduk menghadap komputer sepanjang hari, contohnya?
*Tulisan di bawah ini mengandung spoiler.*
Kemarin saya baru saja menonton film yang berjudul "The 33". Entah kenapa film tahun 2015 ini tidak terdengar suaranya (atau mungkin saya yang memang ketinggalan berita). Setelah menonton ini, komentar saya hanya "wow". Betapa saya orang yang tidak bersyukur atas kehidupan yang diberikan kepada saya. Begitu nyaman, lingkungan pekerjaan yang kondusif, bayaran cukup. Sedangkan di luar sana terlalu banyak orang yang sampai harus mengorbankan nyawa demi sesuap nasi yang bayarannya pun kadang sangat tidak sepadan, yang digambarkan oleh film ini. Tambang, adalah salah satu lingkungan pekerjaan yang paling berbahaya di dunia. 33 orang tahu bahwa tambang San Jose di Chile sangatlah tidak stabil. Bisa runtuh kapan saja dan akhirnya pun mereka sungguh-sungguh terjebak di kedalaman sekitar 700 meter dengan kurang lebih suhu 32 derajat Celcius. 17 hari mereka bertahan di bawah sana dengan makanan di lubang perlindungan yang jelas tidak mencukupi untuk 33 orang, sampai akhirnya salah satu dari bor penyelamatan mencapai mereka. Mental mereka di uji, terlihat "warna" kepribadian mereka masing-masing yang sebenarnya. Membutuhkan 52 hari kemudian untuk menyelamatkan mereka satu per satu dari tambang mematikan itu. Orang-orang tercinta dari para penambang pun tidak menyerah dan tidak segan-segan memasang tenda di depan pintu gerbang tambang tersebut serta setia menunggu sampai mereka bisa bertemu kembali dengan 33 penambang tersebut.
Mungkin saya yang terlalu sensitif, tapi hati saya sangat miris menonton film ini. Apakah pekerjaan sebagai penambang dan juga pekerjaan lain yang sangat berbahaya di dunia, sepadan bayarannya dengan nyawa manusia? Apakah benar-benar tidak ada solusi lain?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar